Wew, sudah 6 kali ke Korea, baru kali ini menginjakkan kaki di Ansan. Ansan, lebih tepatnya Wongdok-dong terletak di Gyeonggi-do. Kesananya bisa melalui subway line 4 Atau kalau dari Suwon Station cukup naik bus 707 turun di Ansan Station.
Di daerah ini banyak terdapat pabrik, toko dan restauran yang mempekerjakan tenaga kerja asing (tidak ketinggalan tenaga kerja Indonesia). Banyak juga terdapat univesitas-universitas seperti Perguruan Tinggi Ansan,Perguruan Teknologi Ansan, Institut Seni Seoul, dan kampus Universitas Hanyang. Jadi jangan heran kalau disini ketemu dengan orang-orang Indonesia (terutama yang gondrong-gondrong. Entah kenapa kebanyakan dari mereka rambutnya gondrong
), dan tentunya juga warung & swalayan yang menjual makanan Indonesia. Kemarin, 7 November 2010, saya bersama teman-teman main ke Ansan. Cuma sekedar ingin tahu dan melepas kerinduan akan makanan khas nusantara
. Kebetulan ada guide gratis, 2 orang teman yang sudah lama bekerja di Korea Selatan.
Dari ujung jalan Wongdok-dong kita sudah disuguhi dengan live music dangdut. Huehehehe.. Di kanan kiri jalan ada pedagang-pedagang kaki lima yang jualan kaos kaki, jaket, sampai daging dan sayur murah-murah. Kami diajak ke sebuah warung Indonesia, namanya Warung Kita. Tempatnya mirip dengan warung Indonesia yang berada di deket Suwon Station (Warung Borobudur). Cuma disini lebih bersih, banyak pilihannya & enak. Harganya juga sedikit lebih mahal
. Menunya ada pecel, soto, gule, rawon, bakso dll mulai dari KRW 6.000 – 20.000. Untuk minuman mulai dari es teh manis, jus mangga, susu, cemoe, es cendol, sampai es campur mulai dari KRW 1.500-4.000. Porsinya banyak dan rasanya enak (tapi jangan dibandingin dengan yang asli di tanah air ya;)). Disitu kita makan, ngobrol sambil menonton siaran berita Merapi di sebuah stasiun TV Indonesia.
Setelah kenyang kita ke Western Union ga jauh dari situ. Mau nukerin duit. Wew ga sangka disitu juga banyak orang Indonesia, bahkan petugasnya juga bisa bahasa Indonesia (sepertinya orang Indonesia juga). Dan yang bikin ketawa, terdengar lagu-lagu Mbah Surip & ST12. Ternyata orang sini juga suka band alay.. Wkkkk..
Sebelum pulang kita sempatin mampir ke toko Ibu Pertiwi. Disitu dijual bermacam-macam bahan makanan dari Indonesia mulai dari mie instant, bumbu nasi goreng, bumbu kare ind*food, coconut powder, teh sasriw*ngi, abon, bawang goreng, sampai tempe. Wow! Seperti menemukan harta karun.
Sayang persediaan ransum saya berlebihan, jadi saya tidak beli apa-apa disitu.
duch jdi pengen ke korea maz,,,,,,xixi
ngebaca ceritanya ja dah ngebayangin dsna ,,, tapi maz klo dsna tuh orgnya ramah2 gak c?
trz pgen jg kerja dsna,,,
makasih ya dh berbagi pengalamannya slama dsna semoga ja someday aku bisa ksna … amiien,, hihi,,